Bai’ Bithaman Ajil

Bai’ Bithaman Ajil atau dalam bahasa Indonesianya “jual beli dengan harga tangguh” (bukan ‘ajil –dengan ‘ain- yang berarti kebalikannya, yaitu segera) adalah jual beli dengan harga yang lebih tinggi dari jual beli tunai. Harga yang lebih tinggi biasanya dikarenakan pembayaran beberapa kali atau dengan jangka waktu, alias tidak tunai. Para ulama berbeda pendapat tengan boleh tidaknya jual beli seperti ini. Pendapat Mazhab Syafii merupakan pendapat yang paling banyak diterima, yaitu sepanjang disepakati, maka harga dalam setiap jual beli tidak boleh berubah. Karena itu jika penjual dan pembeli sepakat untuk melakukan jual beli tangguh dengan harga lebih tinggi dari jual beli tunai, maka apabila sudah dilakukan ijab qabul, harga tidak boleh berubah sampai jatuh tempo.
Bai’ Bithaman Ajil (BBA) diperkenalkan oleh Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) pada tahun 1984 lalu diikuti oleh Bank Islam Brunei Berhad (BIBB) dan Bank Muamalat di Indonesia. Sedangkan di Timur Tengah, produk ini tidak dikenal sama sekali. Sekarang ini BBA di Indonesia sudah tidak ada lagi, menurut hemat saya adalah karena dua hal, yaitu historis dan kebijakan.
Secara historis, produk Bai Bithaman Ajil (BBA) pernah ada dan diperkenalkan oleh Bank Muamalat pada awal berdirinya 1992. Secara jujur, BMI mengakui bahwa baik produk penghimpunan dana maupun penyaluran dana merupakan fotocopy dari produk Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB). Akan tetapi berdasarkan hasil penelitian interen tentang pembiayaan, ditemukan bahwa
 Dilihat dari prerspektif produk, Bai Bithaman Ajil bukanlah penamaan yang tepat, karena “thaman” atau “tsaman” (harga) bukan penentu nama produk, tapi merupakan pilar atau rukun dari sebuah akad.
 Dari teknik pembiayaan, BBA dan Murabahah ala BIMB ini diterapkan masing-masing pada pembiayaan investasi dan modal kerja. Tapi pada kenyataannya para bankir tidak mampu melihat perbedaannya;
 Dari sisi accounting kedua produk ini ini hanya berbeda dari sisi cicilan. Dalam BBA, cicilan pembayaran dari nasabah berisi pokok dan margin keuntungan, sedangkan cicilan Murabahah berisi margin keuntungan saja. Perbedaan diantara keduanya sering terjadi ketika nasabah BBA menginginkan agar mereka membayar cicilan margin saja, sedangkan nasabah Murabahah menginginkan agar modal yang biasanya dibayar di akhir, dapat dicicil bersama margin.

Perubahan paradigma terjadi ketika sebuah workshop produk dilakukan di kalangan internal BMI pada tahun 1997. BMI tidak lagi merujuk ke bank manapun dalam mengembangkan produknya, tapi langsung menggali dari sumber-sumbenya, yaitu kitab-kitab fiqih untuk syariah dan buku-buku perbankan-akuntansi untuk perbankannya. Maka tidak heran misalnya produk BBA sudah tidak muncul lagi, tapi Murabahah tetap ada dan definisinya diubah, bukan untuk modal kerja, tapi untuk transaksi yang dilakukan satu kali (One shot deal). Selain itu,13 produk lain diperkenalkan, seperti Salam, Istisna, Mudharabah, Musyarakah, Hiwalah, Rahn dll. Saya pernah mengangkat hal ini dalam tulisan saya yang dimuat di Bulletin Ekonomi, Moneter dan Perbankan tahun 1999. (Lihat lampiran)
Ketika UUS pertama berdiri (IFI tahun 1999, Bank Jabar dan BNI pada tahun 2000), dan juga BUS pertama berdiri (BSM, 1999) maka mereka dengan mudah mengadopsi produk-produk yang sudah “matang” digodok oleh Bank Muamalat ini. Sehingga ketika Bank Indonesia melakukan penyeragaman produk dalam bentuk standarisasi akad pada tahun 2005 melalui PBI No. 7/46/PBI/2005, lagi-lagi produk yang distandarkan mengikuti produk yang telah distandarisir oleh BMI sebelumnya, dimana produk BBA (Bai Bithaman Ajil) sudah tidak ada lagi, tapi digabung kepada Murabahah.
Adapun produk BBA yang ada di Danamon, sebenarnya prinsip yang digunakan adalah Murabahah, sedangkan kepanjangannya bukan Bai Bitsaman Ajil, tapi Beli-Bayar Tangguh.

10 thoughts on “Bai’ Bithaman Ajil

  1. hmm,,tetapi pada profil pembiayaan beli bayar angsur bank danamon tertulis menggunakan prinsip bai bithaman ajil jadi apakah enar prinsip bai bithaman ajil sudah tidak digunakan lagi di Indonesia??
    boleh saya meminta beberapa referensi mengenai Bai bithaman ajil guna menyelesaikan tugas skripsi saya,,mohon bantuan dan bimbingannya..kirim saja melalui email..
    Trims ^-^

  2. emm,,,mengenai BBA dan pembiayaan murabbahah ap yg membedakan keduanya?murabahah dan BBA pembayarannya secara cicilan jg bisa kan?trs bgaimna mekanisme kedua akad tersebut?
    boleh saya minta beberapa referensi mengenai BBA,untuk guna memenuhi tugas skripsi saya,,,,mohon bantuan dan bimbngannya,,,,,
    trims..^_^

  3. hmmm,,,,klo gitu BBA sudah tidak ada lg???tp ternyata sampai saat ini BBA msh ad yg menggunakan jg.,,mohon bantuanya untuk refensi mengenai BBA untuk bahan pembelajaran sekaligus bwt membantu tugas skripsi saya,,,,,,kiranya mohon dbls ke email saya….

  4. bagaimana pendapat para ulama sendiri ttng bai bithaman ajil..?? apakah akad itu msh boleh d gunakan…?? apa bedax sama pembiayaan murabahah? dan bagaimana mekanisme kedua akad tersebut….??mohon bantuanx… klo blh mnta referensix,,, untuk penyusunan skripsi… d krm k email j. mksih.. :)

  5. saya sbnarnya sangat asing dgn kata bai bitsaman ajil.tp stelah saya mengikuti PKL di slah satu BMT.trnyata dsana msih mnggunakan akad BBA ini.
    Boleh saya meminta beberapa rferensi mengenai BBA ni guna mnyelesaikan tugas saya di kampus…
    Trimakasih…

  6. Pada awalnya saya sangat asing dgn akad BBA ni.krena di bangku kliah saya tdk mndapatkan materi mngenai akad ini.tpi pas saya mengikuti PKL di slah satu BMT sumdang.akad ini masih dipakai di BMT tsb.
    Oleh krena tu,boleh saya minta referensi mengenai akad BBA ni.guna untuk menyelesaikan tugas saya di kampus….
    terimakasih….

  7. kiranya mohon bantuanya untuk refensi mengenai BBA untuk bahan pembelajaran sekaligus bwt membantu tugas skripsi saya,,,,,,kiranya mohon dbls ke email saya terima kasih

  8. Pingback: BAI‘ BITSAMAN AJIL |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s