<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sharia econom</title>
	<atom:link href="http://adityangga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityangga.wordpress.com</link>
	<description>WELCOME TO "KRISHNA ADITYANGGA-WEBLOG"</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Feb 2009 08:45:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='adityangga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8bbc7c1a5941c5aad09eaef1ef2cb443?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>sharia econom</title>
		<link>http://adityangga.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Sekarang, Adalah Era Spiritual Business!</title>
		<link>http://adityangga.wordpress.com/2009/02/18/sekarang-adalah-era-spiritual-business/</link>
		<comments>http://adityangga.wordpress.com/2009/02/18/sekarang-adalah-era-spiritual-business/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 08:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbisnis ala Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityangga.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[John Naisbit dan Patricia Aburdene dalam Megatrends 2000 mencatat bahwa banyak perusahaan multinasional dan perusahaan yang memproduksi merek-merek dunia telah mengeluarkan dana tidak kurang 4 Miliar dolar AS per-tahun untuk membayar para konsultan yang dikenal sebagai bagian kecenderungan spiritualitas baru, New Age. Sebanyak 67.000 pegawai Pasific Bell di California telah mengikuti pelatihan Krone, yakni sejenis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=26&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">John Naisbit dan Patricia Aburdene dalam <em>Megatrends 2000</em> mencatat bahwa banyak perusahaan multinasional dan perusahaan yang memproduksi merek-merek dunia telah mengeluarkan dana tidak kurang 4 Miliar dolar AS per-tahun untuk membayar para konsultan yang dikenal sebagai bagian kecenderungan spiritualitas baru, <em>New Age.</em> Sebanyak 67.000 pegawai Pasific Bell di California telah mengikuti pelatihan <em>Krone, </em>yakni sejenis pelatihan ala <em>New Age </em>ini. Demikian pula halnya dengan perusahaan kelas dunia seperti<span> </span>Procter and Gamble, TRW, Ford Motor Company, AT&amp;T, IBM, dan General Motors. Sejalan dengan itu, seperti diberitakan Asia Inc., January 1999, Mark Moody, pimpinan senior salah satu perusahaan minyak terbesar dunia Shell memutuskan untuk memanggil seorang pendeta Buddha terkemuka guna memberikan terapi spiritual kepada 550 ekskutif perusahaan tersebut. Dia menyatakan bahwa langkah ini diambilnya untuk meningkatkan kinerja karyawan perusahaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dr. Gay Hendricks dan Dr. Kate Ludeman dalam buku <em>The Corporate Mystic, </em>secara lugas ingin menyatakan bahwa dalam era pasar global, Anda akan menemukan orang-orang suci, mistikus, atau sufi di perusahaan-perusahaan besar atau organisai-organisasi modern, bukan di wihara, kuil, gereja atau masjid. Dalam buku itu mereka menyatakan bahwa setelah bekerja dengan 800 orang eksekutif dalam 25 tahun terakhir ini, mereka mengajukan ramalan sebagai berikut: Para pengusaha yang sukses abad 21 akan menjadi para pemimpin spiritual. Mereka akan merasa nyaman dengan kehidupan spiritualnya sendiri dan akan tahu cara memupuk perkembangan spiritual orang lain. Para pengusaha yang paling sukses pada zaman sekarang ini telah mempelajari rahasia ini. Bagi mereka yang telah beranggapan bahwa spiritual adalah bukan bagian dari sebuah bisnis, hanyalah menipu diri mereka sendiri begitu pula dengan orang-orang disekitarnya. Menurut Hendricks dan Ludeman ada 12 ciri-ciri para Mistikus Korporat yaitu: <em>Kejujuran Total, Fairness (Keadilan), Pengetahuan tetang diri sendiri, Fokus pada kontribusi, spiritualitas (Non-Dogmatik), Mencapai Lebih Banyak Hasil dengan Lebih Sedikit Upaya, Membangkitkan yang terbaik dalam diri mereka dan orang lain, keterbukaan terhadap perubahan, cita-rasa humor yang tinggi, visi jauh kedepan dan focus yang cermat, disiplin diri, yang ketat, dan keseimbangan. </em>Kalau kita melihat ke-12 ciri-ciri tersebut adalah sebagian dari nilai-nilai yang dianjurkan dalam Syariah, yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad s.a.w.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Satu contoh lain yang dibahas oleh Masaaki Imai dalam bukunya Kaizen. Strategi Kaizen adalah konsep tunggal ada dalam manajemen Jepang yang paling penting – kunci sukses Jepang dalam persaingan-. Kaizen berarti <em>penyempurnaan berkesinambungan</em> yang melibatkan <em>semua orang </em>– baik manajemen puncak, manajer maupun karyawan. Kaizen menghasilkan pemikiran berorientasi pada proses, karena proses harus disempurnakan sebelum kita memperoleh hasil yang disempurnakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Hal ini berlawanan sekali dengan pemikiran berorientasi pada hasil dari banyak manajer Barat. Konsep Kaizen ini adalah sesuai sekali dengan panduan Syariah seperti tertera dalam suatu atsar shahabat yang menyatakan merugilah seseorang itu apabila hari ini sama dengan hari kemarin, seyogyanya seseorang itu selalu memperbaiki dirinya lebih baik dari hari kemarin, dan bahwa hikmah syariah yang menyatakan bahwa suatu niat baik harus dilakukan dengan proses yang baik pula.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Juga sebagai contoh lainnya, seperti konsep-konsep kewirausahaannya Robert T Kiyosaki, dalam bukunya The Cashflow Quadran, Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial. Ada beberapa konsep-konsep pemikirannya yang sesuai dengan panduan syariah yang membawa seseorang kepada <em>”The ultimate state of independence – which is independence only upon Allah”, </em>kebebasa manusia dan cengkeraman kekuasaan manusia lain, harta, pekerjaan atau urusan dunia lainnya, dan hanya bergantung kepada Allah. Banyak kiat-kiat bisnis yang dilakukan Rasulullah saw, dan para sahabatnya dalam berbisnis yang membawa keberhasilan yang seimbang baik dalam usaha maupun kesejahteraan lingkungannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Kita melihat pula bahwa metode-metode konvensional yang diterapkan bisnis dan manajemen tersebut bukan jaminan 100% akan membawa pada keberhasilan. Dan terkadang keberhasilan yang diciptakan dengan mengorbankan keseimbangan lainnya.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityangga.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityangga.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityangga.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityangga.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityangga.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityangga.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityangga.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityangga.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityangga.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityangga.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=26&subd=adityangga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityangga.wordpress.com/2009/02/18/sekarang-adalah-era-spiritual-business/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8997e3e38d8bdf579e96902c6b2707?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityangga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lingkup Bahasan dan Urgensi Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam</title>
		<link>http://adityangga.wordpress.com/2007/10/09/lingkup-bahasan-dan-urgensi-sejarah-pemikiran-ekonomi-islam/</link>
		<comments>http://adityangga.wordpress.com/2007/10/09/lingkup-bahasan-dan-urgensi-sejarah-pemikiran-ekonomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 06:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[dosen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityangga.wordpress.com/2007/10/09/lingkup-bahasan-dan-urgensi-sejarah-pemikiran-ekonomi-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Krishna Adityangga, SEI
Latar belakang
Kemunculan ekonomi Islam di Era kekinian, telah membuahkan hasil dengan banyak diwacanakan kembali ekonomi Islam dalam teori-teori, dan dipraktekkannya ekonomi Islam di ranah bisnis modern sepertihalnya lembaga keuangan syariah bank dan nonbank. Ekonomi Islam yang telah hadir kembali saat ini, bukanlah suatu hal yang tiba-tiba datang begitu saja. Ekonomi Islam sebagai sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=22&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Krishna Adityangga, SEI</p>
<p><strong>Latar belakang</strong></p>
<p>Kemunculan ekonomi Islam di Era kekinian, telah membuahkan hasil dengan banyak diwacanakan kembali ekonomi Islam dalam teori-teori, dan dipraktekkannya ekonomi Islam di ranah bisnis modern sepertihalnya lembaga keuangan syariah bank dan nonbank. Ekonomi Islam yang telah hadir kembali saat ini, bukanlah suatu hal yang tiba-tiba datang begitu saja. Ekonomi Islam sebagai sebuah cetusan konsep pemikiran dan praktik tentunya telah hadir secara bertahap dalam periode dan fase tertentu. Memang ekonomi sebagai sebuah ilmu maupun aktivitas dari manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah sesuatu hal yang sebenarnya memang ada begitu saja. Karena upaya memenuhi kebutuhan hidup bagi seorang manusia adalah suatu fitrah. Seperti halnya, kita berlogika terhadap upaya Adam as, mencoba bertemu dengan Hawa, ketika diturunkan kebumi dalam interval jarak yang cukup jauh dan hanya ada dua orang di muka bumi ini. Tentunya upaya mempertahankan hidup sejak itu juga telah dilakukan. Begitu pula dengan anak dari Adam as-Hawa, ketika keduanya, Habil dan Qobil mencoba memenuhi kebutuan hidupnya dengan saling bertukar akan potensi yang telah mereka berdua miliki masing-masing. Permasalahannya adalah bagaimana kita menemukan kembali jejak-jejak kebenaran akan sejarah fase dan periodisasi munculnya konsep ekonomi Islam secara teoritis dalam bentuk rumusan yang mampu diaplikasikan sebagai pedoman tindakan yang berujung pada rambu halal-haram atau berprinsip syariat Islam. Lingkup Bahasan Kelangkaan tentang kajian sejarah pemikiran ekonomi dalam Islam sangat tidak menguntungkan karena, sepanjang sejarah Islam, para pemikir dan pemimpin muslim sudah mengembangkan berbagai gagasan ekonominya sedemikian rupa, sehingga mengharuskan kita untuk menganggap mereka sebagai para pencetus ekonomi Islam sesungguhnya. Ilmu ekonomi Islam berkembang secara bertahap sebagai suatu bidang ilmu interdisiplin yang menjadi bahan kajian para fuqaha, mufassir, filsuf, sosiolog, dan politikus. Sejumlah cendekiawan muslim terkemuka, seperti Abu Yusuf (w.182 H), Al Syaibani (w. 189 H), Abu Ubaid (w.224 H), Yahya bin Umar (w.289), Al Mawardi (w. 450 H), Al Ghazali (w 505 H), Ibnu Taimiyah (w. 728 H), Al Syatibi (w.790 H), Ibnu Khaldun (w. 808 H), dan Al-Maqrizi (w. 845 H), telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kelangsungan dan perkembangan peradaban dunia, khususnya pemikiran ekonomi, melalui sebuah proses evolusi yang terjadi selama berabad-abad. Latar belakang para cendekiawan Muslim tersebut bukan merupakan ekonom murni. Pada masa itu, klasifikasi disiplin ilmu pengetahuan belum dilakukan. Mereka mempunyai keahlian dalam berbagai bidang ilmu dan mungkin faktor ini yang menyebabkan mereka melakukan pendekatan interdisipliner antara ilmu ekonomi dan bidang ilmu yang mereka tekuni sebelumnya. Pendekatan ini membuat mereka tidak memfokuskan perhatian hanya pada variabel-variabel ekonomi semata. Para cendekiawan ini menganggap kesejahteraan umat manusia merupakan hasil akhir dari interaksi panjang sejumlah faktor ekonomi dan faktor-faktor lain seperti moral sosial demografi, dan politik. Konsep ekonomi mereka berakar pada hukum Islam yang bersumber dari Al Quran dan hadits nabi. Ia merupakan hasil interpretasi dari berbagai jaran Islam yang bersifat abadi dan universal, mengandung sejumlah perintah dan prinsip umum bagi perilaku individu dan masyarakat, serta mendorong umatnya untuk mengunakan kekuatan akal pikiran mereka. Selama 14 abad sejarah Islam, terdapat studi yang berkesinambungan tentang berbagai isu ekonomi dalam pandangan syariah. Sebagian besar pembahasan isu-isu tersebut terkubur dalam berbagai literature hukum Islam yang tentu saja tidak memberikan perhatian khusus terhadap analisis ekonomi. Sekalipun demikian, terdapat beberapa catatan para cendekiawan muslim yang telah membahas berbagai isu ekonomi tertentu secara panjang, bahkan di antaranya memperlihatkan suatu wawasan analisis ekonomi yang sangat menarik. Memaparkan hasil pemikiran ekonomi para cendekiawan muslim terkemuka akan memberikan kontribusi positif bagi umat Islam, setidaknya dalam dua hal : pertama, membantu menemukan berbagai sumber pemikiran ekonomi Islam kontemporer; dan kedua memberikan kemungkinan kepada kita untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai perjalanan pemikiran ekonomi Islam selama ini. Kedua hal tersebut akan memperkaya ekonomi Islam kontemporer dan membuka jangkauan lebih luas bagi konseptualisasi dan aplikasinya. Kajian terhadap perkembangan sejarah ekonomi Islam merupakan ujian-ujian emprik yang diperlukan bagi setiap gagasan ekonomi. Ini memiliki arti yang sangat penting terutama dalam kebijakan ekonomi dan keuanga Negara. Selain penjelasan diatas, lingkup pembahasan dalam sejarah pemikiran ekonomi Islam juga meliputi penelaahan secara umum asal-usul lahirnya pemikiran ekonomi dalam Islam, berikut berbagai fase perkembangannya hingga memasuki awal abad ke 20 Masehi. Kemudian juga meliputi pembahasan mengenai berbagai kegiatan perekonomian umat Islam yang berlangsung pada zaman pemerintahan Rasulullah saw, dan al Khulafaur Rasyidun, yang mencakup pembahasan uraian mengenai sistem ekonomi dan fiscal pada masa pemerintahan Rasulullah saw, sistem ekonomi dan fiskal pada masa pemerintahan al khulafaur rasyidin, kebijakan fiskal pada masa awal pemerintahan Islam, uang dan kebijakan moneter pada awal pemerintahan Islam. Serta peranan harta rampasan perang pada awal pemeraintahan Islam. Urgensi Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam Para Cendekiawan muslim yang telah menelorkan berbagai rumusan akan misteri kehidupan yang diturunkan dari kalamullah Al Quran dan Hadits Nabiullah saw, benar-benar menyampaikannya secara totalitas. Tanpa adanya pengurangan maupun penambahan. Prinsip keati-hatian dan prinsip mutlak sesuai dengan penyampaian awal sangat dijunjung tinggi. Seperti halnya al Qurthubi, yang menyampaikan, bahwasannya dia telah menyampaikan kepada umat muslim dengan tanpa adanya penyaringan atau seleksi terlebih dahulu ketika akan menyampaikan kepada obyek umat yang berbeda latar belakang masing-masing, sehingga tidak jarang dari hal ini umat malah merasa dibuat semakin bingung. Ketidak sistematisan dan indahnya pengemasan unsur keilmuan yang harus disampaikan oleh masing-masing periwayat keilmuan ini, merupakan suatu hal yang cukup berbahaya. Hal ini telah ditangkap para orientalis sebagai sebuah sinyal peluang untuk disusupi dan diputarbalikkan fakta dan pernyataan yang telah diungapkan. Baik berupa plagiat keilmuan dengan sistem ”asal klaim”, maupun hingga pada taraf pemutar balikan isi atau konten pernyataan para cendekiawan, sehingga memiliki arti yang berlawanan ataupun tidak sesuai dari tujuan penyampaian semula oleh para cendekiawan muslim. Oleh sebab itu, penelitian kembali akan sebuah sejarah yang meskipun tidak akan ketemu kembali, namun dapat dijadikan sebuah pelajaran utama yang berharga dalam salah satu sandaran pijakan jika nantinya sejarah terulang kembali dengan kemiripan situasi dan kasus serupa. Mempelajari sejarah pemikiran ekonomi Islam secara khusus dan sejarah pemikiran Islam secara umum, dirasa perlu untuk meluruskan kembali dan menyampaikan suatu fakta sejarah kemunculan, perkembangan dan kebijakan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityangga.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityangga.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityangga.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityangga.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityangga.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityangga.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityangga.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityangga.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityangga.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityangga.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityangga.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityangga.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=22&subd=adityangga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityangga.wordpress.com/2007/10/09/lingkup-bahasan-dan-urgensi-sejarah-pemikiran-ekonomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8997e3e38d8bdf579e96902c6b2707?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityangga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH EKONOMI ISLAM</title>
		<link>http://adityangga.wordpress.com/2007/09/26/sejarah-ekonomi-islam-2/</link>
		<comments>http://adityangga.wordpress.com/2007/09/26/sejarah-ekonomi-islam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 01:14:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityangga.wordpress.com/2007/09/26/sejarah-ekonomi-islam-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Lingkup Bahasan dan Urgensinya
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=19&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://adityangga.files.wordpress.com/2007/09/pengantar-spei.doc" title="Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Lingkup Bahasan dan Urgensinya">Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Lingkup Bahasan dan Urgensinya</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityangga.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityangga.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityangga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityangga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityangga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityangga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityangga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityangga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityangga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityangga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityangga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityangga.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=19&subd=adityangga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityangga.wordpress.com/2007/09/26/sejarah-ekonomi-islam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8997e3e38d8bdf579e96902c6b2707?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityangga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akad</title>
		<link>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/28/akad/</link>
		<comments>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/28/akad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 09:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[seputar akad-akad ekonomi islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityangga.wordpress.com/2007/08/28/akad/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu perikatan antara ijab dan kabul dengan cara yang dibenarkan syara’ yang menetapkan adanya akibat-akibat hukum pada obyeknya. Ijab adalh pernyataan pihak pertama mengenai isi perikatan yang diinginkan, sedang kabul adalah pernyataan pihak kedua untuk menerimanya.Pembentukan Akad:Agar suatu akad dipandang terjadi harus diperhatikan rukun-rukun dan syarat-syaratnya. Rukun merupakan unsur yang mutlak harus ada dalam sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=16&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Suatu perikatan antara ijab dan kabul dengan cara yang dibenarkan syara’ yang menetapkan adanya akibat-akibat hukum pada obyeknya. <em>Ijab </em>adalh pernyataan pihak pertama mengenai isi perikatan yang diinginkan, sedang <em>kabul </em>adalah pernyataan pihak kedua untuk menerimanya.</font></font></span><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Pembentukan Akad:</font></font></span><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Agar suatu akad dipandang terjadi harus diperhatikan rukun-rukun dan syarat-syaratnya. Rukun merupakan unsur yang mutlak harus ada dalam sesuatu hal, peristiwa atau tindakan.</font></font></span><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Rukun adalah ijab dan kabul sebab akad adalah suatu perikatan antara ijab dan kabul.</font></font></span><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Agar ijab dan kabul benar-benar mempunyai akibat hukum, diperlukan adanya tiga syarat sebagai berikut:</font></font></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Ijab dan kabul harus dinayatakn oleh orang yang sekurang-kurangnya telah mencapai umut tamyiz yang menyadai dan mengetahui isi perkataan yang diucapkan hinga ucapan-ucapannya itu benar-benar menyatakan keinginan hatinya. Dengan kata lain, ijab dan kabul harus dinayatakan dari orang yang cakap melakukan tindakan-tindakan hukum</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">ijab dan kabul harus tertuju pada suatu obyek yang merupakan obyek akad</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">ijab dan kabul harus berhubungan langsung dalam suatu majelis apabila dua belah pihak sama-sama hadir, atau sekurang-kurangnya dalam manjelis diketahui ada ijab oleh pihak yang tidak hadir. Hal yang terakhir ini terjadi misalnya ijab dinyatakan kepada pihak ketiga dalam ketidakhadiran pihak kedua. Maka, pada saat pihak ketiga menyampaikan kepada pihak kedua tentang adanya ijab itu, berarti bahwa ijab itu disebut dalam majelis akad juga dengan akibat bahwa bila pihak kedua kemudian menyatakan menerima (kabul), akad dipandang telah terjadi.</font></font></span></li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityangga.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityangga.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityangga.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityangga.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityangga.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityangga.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityangga.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityangga.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityangga.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityangga.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityangga.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityangga.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=16&subd=adityangga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/28/akad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8997e3e38d8bdf579e96902c6b2707?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityangga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip Hukum Muamalah</title>
		<link>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/28/prinsip-hukum-muamalah/</link>
		<comments>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/28/prinsip-hukum-muamalah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 09:13:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityangga.wordpress.com/2007/08/28/prinsip-hukum-muamalah/</guid>
		<description><![CDATA[ 

Hukum muamalat Islam mempunyai prinsip yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
Pada dasarnya segala bentuk muamalat adalah mubah, kecuali yang ditentukan lain oleh Al quran dan sunah Rasul
Muamalat dilakukan atas dasar sukarela, tanpa mengandung unsur-unsur paksaan
Muamalat dilakukan atas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat dan menghindari madharat dalam hidup masyarakat
Muamalat dilaksanakan dengan memelihara nilai keadilan, menghindari unsur-unsur penganiayaan unsur-unsur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=15&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span><font size="3"><font face="Times New Roman"></font></font></span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Hukum muamalat Islam mempunyai prinsip yang dapat dirumuskan sebagai berikut:</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Pada dasarnya segala bentuk muamalat adalah mubah, kecuali yang ditentukan lain oleh Al quran dan sunah Rasul</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Muamalat dilakukan atas dasar sukarela, tanpa mengandung unsur-unsur paksaan</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Muamalat dilakukan atas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat dan menghindari madharat dalam hidup masyarakat</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Muamalat dilaksanakan dengan memelihara nilai keadilan, menghindari unsur-unsur penganiayaan unsur-unsur pengambilan kesempatan dalam kesempitan</font></font></span></li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityangga.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityangga.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityangga.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityangga.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityangga.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityangga.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityangga.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityangga.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityangga.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityangga.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityangga.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityangga.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=15&subd=adityangga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/28/prinsip-hukum-muamalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8997e3e38d8bdf579e96902c6b2707?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityangga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Islam abad modernis</title>
		<link>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/ekonomi-islam-abad-modernis/</link>
		<comments>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/ekonomi-islam-abad-modernis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Aug 2007 07:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi politik islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/ekonomi-islam-abad-modernis/</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=8&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=8&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/ekonomi-islam-abad-modernis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8997e3e38d8bdf579e96902c6b2707?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityangga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Ekonomi Islam</title>
		<link>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/sejarah-ekonomi-islam/</link>
		<comments>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/sejarah-ekonomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Aug 2007 07:11:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi politik islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/sejarah-ekonomi-islam/</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=6&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=6&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/sejarah-ekonomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8997e3e38d8bdf579e96902c6b2707?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityangga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Identifikasi Transaksasi Dalam Ekonomi Islam</title>
		<link>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/identifikasi-transaksasi-dalam-ekonomi-islam/</link>
		<comments>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/identifikasi-transaksasi-dalam-ekonomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Aug 2007 07:09:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adityangga</dc:creator>
				<category><![CDATA[seputar akad-akad ekonomi islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/identifikasi-transaksasi-dalam-ekonomi-islam/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Prinsip Muamalah•         Melaksanakan segala kegiatan ekonomi dengan pola syariah•         Berbagi hasil, baik dalam kegiatan usaha, maupun dalam kegiatan intern lembaga•         Berbagi laba usaha dan balas jasa sebanding dengan perbandingan modal dan kegiatan usahanya•         Pengembangan SDI•         Pengembangan sistem dan jaringan kerjasama, kelembagaan dan manajemen 
Prinsip akad dalam Muamalah
            Semua Transaksi Muamalah Pada Dasarnya Adalah Boleh Hingga, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=5&subd=adityangga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span><font size="3"><font face="Times New Roman"><a href="http://adityangga.files.wordpress.com/2007/08/identifikasi.jpg" title="identifikasi.jpg"><img width="1863" src="http://adityangga.files.wordpress.com/2007/08/identifikasi.jpg?w=1863&#038;h=1683" alt="identifikasi.jpg" height="1683" style="width:545px;height:730px;" /></a> </font></font></span></p>
<p><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Prinsip Muamalah</font></font></span><font face="Times New Roman"><span><span><font size="3">•</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3">Melaksanakan segala kegiatan ekonomi dengan pola syariah</font></span></font><font face="Times New Roman"><span><span><font size="3">•</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3">Berbagi hasil, baik dalam kegiatan usaha, maupun dalam kegiatan intern lembaga</font></span></font><font face="Times New Roman"><span><span><font size="3">•</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3">Berbagi laba usaha dan balas jasa sebanding dengan perbandingan modal dan kegiatan usahanya</font></span></font><font face="Times New Roman"><span><span><font size="3">•</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3">Pengembangan SDI</font></span></font><font face="Times New Roman"><span><span><font size="3">•</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><font size="3"><span>Pengembangan sistem dan jaringan kerjasama, kelembagaan dan manajemen</span></font></font><font face="Times New Roman"><font size="3"><span></span></font></font><font face="Times New Roman"><font size="3"><span></span></font></font><font face="Times New Roman"><font size="3"><span></span></font></font><font face="Times New Roman"><font size="3"><span></span></font></font><font face="Times New Roman"><font size="3"><span> </span></font></font><font face="Times New Roman"><font size="3"><span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span>Prinsip akad dalam Muamalah</span></p>
<p><em><span><span>            </span>Semua Transaksi Muamalah Pada Dasarnya Adalah Boleh Hingga, Ada Nash Yang Melarangnya.</span></em></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><em><span><span>            </span>Sehingga, Cukup Menjadi Tumpuan Transaksi Yang Diperbolehkan Adalah Apa-apa Yang Berada Diluar Konteks Transaksi Yang Dilarang Secara Syar’i</span></em></p>
<p><em><span></span></em> <span><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p></span></font></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/adityangga.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/adityangga.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adityangga.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adityangga.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adityangga.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adityangga.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adityangga.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adityangga.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adityangga.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adityangga.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adityangga.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adityangga.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adityangga.wordpress.com&blog=1562728&post=5&subd=adityangga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityangga.wordpress.com/2007/08/23/identifikasi-transaksasi-dalam-ekonomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8997e3e38d8bdf579e96902c6b2707?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adityangga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adityangga.files.wordpress.com/2007/08/identifikasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">identifikasi.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>