-by: Krishna Adityangga-
Kekayaan Bill Gates pun turun 18 Milyar dola AS, menjadi 40 miliar dolar AS. Seorang terkaya di Jerman Adolf Merckle (74th) menuliskan kata-kata “saya minta maaf” paa secarik kertas ditengah tubuhnya yang terkoyak. kegelisahan Adolf Merckle ini, dipicu karena perusahaan induknya mengalami penurunan nilai saham hingga titik nadir. Perusahaan induknya VEM Group yang tahun lalu ditaksir bernilai 9,2 miliar dollar AS, terbelit masalah keuangan.
Tragis! Sepertihalnya kebanyakan warga biasa, mereka yang berpunya bukannya bebas masalah. Orang-orang terkaya dunia justru didera bencana keuangan di saat krisis. Seperti yang dikutip dalam harian Republika (14/3/09) laporan majalah Forbes terbaru (11/3), tentang miliuner dunia menyebutkan, jumlah orang terkaya sejagat telah menyusut 30 persen, dari setahun lalu 1.125 orang, kini menjadi 793 orang.
Fakta sekeliling kita membuktikan, para konglomerat yang konon menguasai asset materiil pada, ternyata utangnya tidak terhitung jumlahnya. Blem lagi moralnya yang rusak. Tidak berbeda pula dengan para penguasa. Tampak secara lahiriah seperti sebuah kekuatan yang tidak terkalahkan, ibarat Fir’aun di abad modern. Akan tetapi, pada akhirnya mati konyol. Tidak ketinggalan pula dengan para ilmuwan, politisi, birokrat, dan sebagainya. Hari-hari mereka penuh dengan jadwal kegiatan yang teramat padat. Mereka menjadi komoditi sebuah pasar global, yaitu bagaimana mengencangkan perutnya. Pikiran dan perbuatannya dikuasi oleh benda atau jasa yang layak dijual (marketable). Yang tidak layak dijual tergusur dari pikirannya.
Jika, mau ekstrim diakui atau tidak manusia pada sisi marketable telah menyamai hewan. Yang menjadi prioritas manusia adalah bagaimana mengisi perut, tidak peduli apakah hal itu halal atau tidak. Norma moral yang bersumberkan agama pun ikut tergusur.
Derita Orang-Orang Terkaya Dunia Cerminan antara Perut dan Etos Kerja
Advertisement

Assalamu Alaikum.
Salam kenal, blog kami juga membahas kajian-kajian tentang ekonomi islam. Mari kita bersama-sama mengembangkan islam sebagai rahmatan lil alamin.
thax ya…artikelnya bagus